5 Aplikasi Database untuk Kebutuhan Bisnis Modern

5 Aplikasi Database untuk Kebutuhan Bisnis Modern

By Published On: Mei 31, 2023Categories: Artikel
Database Applications for Modern Business Needs

Di dunia yang saat ini digerakkan oleh data, bisnis sangat bergantung pada database yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan, pengolahan dan analisis data. Baik itu data yang berupa informasi pelanggan, catatan keuangan, maupun data produk, maka database merupakan komponen penting dalam operasi bisnis modern.

Baca selengkapnya: Pengertian Big Data: Pengenalan Klasifikasi Data Kompleks

Dengan banyaknya aplikasi database yang tersedia, menentukan aplikasi yang tepat sesuai kebutuhan bisnis Anda bisa menjadi hal yang rumit. Itulah sebabnya EDGE DC menyusun 5 aplikasi database paling populer bagi bisnis modern.

1. MySQL

MySQL adalah sistem manajemen database bersifat open-source yang banyak digunakan untuk aplikasi berbasis web dan mendukung situs web dinamis. MySQL dikenal karena kinerja, skalabilitas, dan kemudahan pemakaiannya. 

MySQL kerap dikenal kalangan developer dan pemilik bisnis karena memiliki kemampuan mumpuni dalam menangani data dalam jumlah besar, mengakomodasi penggunaan berbagai platform, serta memiliki fitur yang fleksibel dan tangguh, termasuk stored procedures, triggers, dan views. MySQL juga kompatibel dengan beragam bahasa pemrograman serta memiliki komunitas developer yang aktif berkontribusi di proses development dan maintenance.

Keunggulan

  • Bersifat open-source dan mudah disesuaikan.
  • Skalabilitas tinggi dan bisa mendukung berbagai platform.

Kekurangan

  • Pernah memiliki sistem keamanan yang rentan.
  • Tidak memiliki fitur-fitur canggih seperti aplikasi lain.

2. Microsoft SQL Server

Microsoft SQL Server adalah sistem manajemen database bersifat relasional yang dirancang untuk perusahaan skala besar. Aplikasi ini dikenal memiliki skalabilitas, performa, dan fitur keamanan yang baik, sehingga kerap digunakan oleh organisasi yang membutuhkan kapasitas manajemen data yang besar. 

SQL Server menawarkan berbagai macam fitur, termasuk data warehousing, business intelligence, dan aplikasi e-commerce. SQL Server juga kompatibel dengan berbagai bahasa pemrograman serta memiliki komunitas developer yang aktif berkontribusi pada development dan maintenance.

Keunggulan

  • Pilihan yang tepat untuk kebutuhan perusahaan berskala besar.
  • Terintegrasi baik dengan aplikasi Microsoft yang lain.

Kekurangan

  • Cenderung mahal, sehingga kurang mudah diakses
  • Tidak sefleksibel aplikasi lain.

3. Oracle Database

Oracle Database dikenal memiliki skalabilitas dan kemampuan dalam menangani data dalam jumlah besar, cocok untuk implementasi perusahaan skala besar. Oracle Database memiliki berbagai fitur dan kemampuan manajemen data, termasuk mampu mengolah data kompleks. 

Selain itu, Oracle Database memiliki fitur keamanan mumpuni seperti enkripsi, kontrol akses, dan audit, sehingga menjadikannya pilihan populer bagi organisasi yang menangani data sensitif.

Keunggulan

  • Ketersediaan dan keandalan tinggi, seperti failover otomatis.
  • Memiliki sistem keamanan mumpuni, termasuk enkripsi.

Kekurangan

  • Rumit dalam mengaplikasikannya.
  • Cenderung mahal, sehingga kurang mudah diakses.

4. MongoDB

MongoDB adalah sistem manajemen database berbasis dokumen NoSQL yang ideal digunakan untuk aplikasi web dan seluler, e-commerce, serta media sosial. Tidak seperti database tradisional yang bersifat relasional, MongoDB menyimpan data pada dokumen mirip JSON menggunakan skema dinamis, sehingga siklus developmentnya lebih cepat dan fleksibel.

MongoDB juga dikenal menawarkan kemudahan pemakaian serta memiliki kemampuan untuk menangani database tak terstruktur dan semi-terstruktur, sehingga sangat cocok untuk aplikasi data intensif modern.

Keunggulan

  • Flexible document model menggunakan desain tanpa skema yang memungkinkan variasi pada klasifikasi struktur dokumen, memiliki kemampuan adaptif terhadap kebutuhan yang berubah, sehingga model data hirarki yang kompleks lebih mudah dibentuk tanpa perlu migrasi skema yang cenderung mahal. Siklus development jadi lebih mudah dan cepat.
  • Arsitektur terdistribusi dan mendukung horizontal scaling.

Kekurangan

  • Flexible document model juga bisa memicu ketidakkonsistenan data.
  • Bahasa query kurang ekspresif dibandingkan SQL.

5. PostgreSQL

PostgreSQL adalah sistem manajemen database serbaguna yang tangguh dan cocok untuk kebutuhan perusahaan skala besar, lembaga pemerintahan, dan lembaga penelitian. Memiliki fitur dan kemampuan canggih, serta dikombinasikan dengan skalabilitas, keandalan, dan keamanan yang baik, menjadikannya pilihan utama bagi organisasi yang membutuhkan sistem manajemen database berperforma tinggi, mudah disesuaikan, dan ditingkatkan.

Keunggulan

  • Skalabilitas tinggi dan mudah disesuaikan.
  • Mendukung fitur-fitur canggih seperti indexing tingkat lanjut, replikasi, dan pengendalian concurrency.

Kekurangan

  • Membutuhkan lebih banyak tenaga teknis untuk mengatur dan mengaplikasikannya
  • Fitur-fitur yang mumpuni membutuhkan lebih banyak sumber daya, seperti memori dan processing power.

Kesimpulan

Memilih aplikasi database yang tepat untuk bisnis adalah keputusan krusial yang memerlukan pertimbangan cermat atas kebutuhan, anggaran, dan tenaga teknis bisnis Anda. Lima aplikasi database teratas, yang telah kami jabarkan dalam artikel ini, menawarkan berbagai fitur, kemampuan, dan keunggulan, tergantung pada kepentingan spesifik Anda. MySQL, Microsoft SQL Server, Oracle Database, MongoDB, dan PostgreSQL semuanya memiliki kelebihan dan kelemahan, dan pilihan terbaik untuk organisasi akan bergantung pada kebutuhan utama bisnis Anda.

Share our story!

Boosting Big Data Performance with Low Latency AnalyticsMeningkatkan Performa Big Data dengan Low Latency Analytics
Top 5 Web Server Applications for High-Performance Websites5 Aplikasi Web Server untuk Website Berperforma Tinggi